Selasa, 24 Juni 2014

THURFAH (CERITA)

DAGING ATAU KUCING

      Pada suatu hari Si Afrid pergi ke pasar. Setelah membeli daging kambing 4 kilogram, garam dan bumbuh rempah-rempah, ia pulang dengan perasaan gembira menuju rumah. Ia membayangkan sebentar lagi akan menikmati makanan yang istimewah dan lezat
      Si Afrid ini terkenal sangat pelit kepada semua orang, termasuk kepada tetangganya. Ia selalu menikmati rezeki yang diberikan oleh Allah hanya untuk dirinya sendiri. Ia tidak pernah memikirkan atau memberikan sebagian rezekinya kepada orang lain atau orang yang membutuhkan.
      Salah satu contonya, ketika ia pulang dari pasar langsung mengatakan kepada isterinya, "Tolong kamu masak daging ini. Aku sekarang mau berangkat menunaikan shalat jum'at. Aku harap setelah shalat ashar nanti masakan sudah siap saji. Dan aku tegaskan sekali lagi, aku tidak ingin kamu membagi-bagikan ke tetanggah sebelah. seperti yang kamu lakukan lakukan tempo hari. Makanan ini kusus buat aku bukan buat tetengga, pesan si Afrid kepada istrinya.
       Sepulang dari masjid, si Afrid menayakan masakan daging itu kapada istrinya. Istrinya mengatakan, " sebelum ashar tadi saya sudah menyajikan masakan daging itu di meja makan. Tetapi karena aku lupa menutupinya, seekor kucing memakannya hingga habis."
        Si Afrid merasa curiga jangan-jangan istrinya bersekongkol dengan kucing. Untuk memastikan hal itu, ia mengambil timbangan dan kucing itu. Ia langsung menimbang si kucing. Ternyata bobot si kucing persis 4 kg seperti daging yang dibeli di pasar.
        "Kalau yang aku timbang sekarang kucing, mana dagingnya? Tetapi kalau yang aku timbang daging, lalu mana kucingnya?" tanya si Afrid dengan kesal.

AIR SUCI ZAMZAM

    Air Zamzam buat keperluan apa saja bagi yang meminumnya ( sabda Nabi SAW) Artinya tatkala mau minum, niatkanlah apa saja, menurut riwayat  inilah air yang digunakan  Rosululloh SAW sebelum berangkat Mi'raj ke Sidratul Muntaha.
          Menurut riwayat sebagaimana dikutip oleh Prof.Dr.Syed Mohamed al-Maliky (Makkah), merupakan tair yang berasal dari Jannah. Atas kehendakNya air surga itu diturunkan ke bumi kepad Nabi Ibrahim a.s. bermula dari Siti Hajar seraya menggendong putranya ( Ismailbin Ibrahim a.s) Maka dalam situasi kritis musim panas itu nabi Ibrahim ( bapak Tauhid) berdo'a kepada Alloh SWT. Dengan memohon untuk mendapatkan karunia mata air.Do'a dikabulkan air memuncrat dari sebuah sumber yang tak ada habis-habisnya sampai saat ini dan kelak kemudian hari.
         Dihari-hari tertentu tetamu Alloh (Dluyufur Rahman) dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke Baitullah. Salah satu suguhan yang disajikan adalah minuman surgawi 'ZAMZAM'. Pemerintah setempat menyediakan Zamzam dalam kemasan bagi jama'ah haji.
         Semua jama'ah suka air zamzam. Imam al-Darquthny meriwayatkan bahwa Rasulalloh bersabda" tanda (beda) antara kita  (Muslim) dengan munafik adalah mereka (munafik) tidak gemar minum Zamzam".
         Zamzam kini berusia 5.000 tahun, seperti yang ditulis dalam buku" Sorotan Cahaya Ilahi" M Baharudin
1995. Sumber mata air tersebut tak pernh kering. padahal sekeliling Mekkah yang gersang terdapat sumber mata air yang melimpah ruah. Simaklah munajat Nabi Ibrahim dalam kalam Ilahi,: Tuhan kami, ! Aku telah menempatkan sebagian keurunanku di lembah tanpa tanaman, dekat rumahMu yang suci. Tuhan kami! supaya mereka mendirikan Sholat. MAka jadikanlah hati sebagian insan mencintai mereka, dan berilah mereka rezeki boah-buahan, supaya mereka berterima kasih.(QS.14:37)
      Berkat do'a itu pula kemudian tanah haram menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi, dan sampai sekarang dinnikmati oleh anak cucu Ibrahim a.s. sendiri. BErmula dari air lantas menyembur kekayaan yang melimpah dapat menyulap tanah sahara yang tandus menjadi hijau serta penghuni disekitarnya makmur dan jaya.  Maha suci Alloh yang berkuasa atas segala-galanya. Sudah tentu hal ini merupakan tanda-tanda kebesaran Rabbul 'Alamin. Alloh berfirman " Mahasuci Alloh yang membawa berjalan hamba-Nya malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang kami berkati sekelilingnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda (Kebesaran Kami). Sungguh Dialah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Melihat.(QS.17:1).A.A.Haydar. majalah CAHAYA NABAWIY.

adab berdo'a

ADAB BERDO'A:
          Dalam berdo'a kepad Alloh, hendaklah dilakukan sesuai dengan adzabnya sebagaai berukut:
  1.  Menjahui yang diharamkan baik makanan,minuman, dan pakaian.
  2. Dengan hati yang iklas
  3.  Sangat baik jika dikerjakan setelah sholat
  4.  Sebaiknya didahului mengucapkan kalmat tahmid (alhamdulillah), sholawat, dan salam kepada nabi Muhammad saw pada awal  dan akhir do'a
  5.  Khusuk dan tenang
  6.  Denagan suara rendah dan mengharap sepenuh hati
  7.  Mengulangi beberapa kali dengan tidak berputus asa
  8.  Menghadirkan hati kepada Alloh
  9.  Jangan berdo'a untuk berbuat dosa
     10.  Jangan berkata ,"aku telah berdo'a tetepi tidak dikabulkan Alloh"

Itulah adab berdo'a kepada Alloh,