DAGING ATAU KUCING
Pada suatu hari Si Afrid pergi ke pasar. Setelah membeli daging kambing 4 kilogram, garam dan bumbuh rempah-rempah, ia pulang dengan perasaan gembira menuju rumah. Ia membayangkan sebentar lagi akan menikmati makanan yang istimewah dan lezat
Si Afrid ini terkenal sangat pelit kepada semua orang, termasuk kepada tetangganya. Ia selalu menikmati rezeki yang diberikan oleh Allah hanya untuk dirinya sendiri. Ia tidak pernah memikirkan atau memberikan sebagian rezekinya kepada orang lain atau orang yang membutuhkan.
Salah satu contonya, ketika ia pulang dari pasar langsung mengatakan kepada isterinya, "Tolong kamu masak daging ini. Aku sekarang mau berangkat menunaikan shalat jum'at. Aku harap setelah shalat ashar nanti masakan sudah siap saji. Dan aku tegaskan sekali lagi, aku tidak ingin kamu membagi-bagikan ke tetanggah sebelah. seperti yang kamu lakukan lakukan tempo hari. Makanan ini kusus buat aku bukan buat tetengga, pesan si Afrid kepada istrinya.
Sepulang dari masjid, si Afrid menayakan masakan daging itu kapada istrinya. Istrinya mengatakan, " sebelum ashar tadi saya sudah menyajikan masakan daging itu di meja makan. Tetapi karena aku lupa menutupinya, seekor kucing memakannya hingga habis."
Si Afrid merasa curiga jangan-jangan istrinya bersekongkol dengan kucing. Untuk memastikan hal itu, ia mengambil timbangan dan kucing itu. Ia langsung menimbang si kucing. Ternyata bobot si kucing persis 4 kg seperti daging yang dibeli di pasar.
"Kalau yang aku timbang sekarang kucing, mana dagingnya? Tetapi kalau yang aku timbang daging, lalu mana kucingnya?" tanya si Afrid dengan kesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar