Menurut riwayat sebagaimana dikutip oleh Prof.Dr.Syed Mohamed al-Maliky (Makkah), merupakan tair yang berasal dari Jannah. Atas kehendakNya air surga itu diturunkan ke bumi kepad Nabi Ibrahim a.s. bermula dari Siti Hajar seraya menggendong putranya ( Ismailbin Ibrahim a.s) Maka dalam situasi kritis musim panas itu nabi Ibrahim ( bapak Tauhid) berdo'a kepada Alloh SWT. Dengan memohon untuk mendapatkan karunia mata air.Do'a dikabulkan air memuncrat dari sebuah sumber yang tak ada habis-habisnya sampai saat ini dan kelak kemudian hari.
Dihari-hari tertentu tetamu Alloh (Dluyufur Rahman) dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke Baitullah. Salah satu suguhan yang disajikan adalah minuman surgawi 'ZAMZAM'. Pemerintah setempat menyediakan Zamzam dalam kemasan bagi jama'ah haji.
Semua jama'ah suka air zamzam. Imam al-Darquthny meriwayatkan bahwa Rasulalloh bersabda" tanda (beda) antara kita (Muslim) dengan munafik adalah mereka (munafik) tidak gemar minum Zamzam".
Zamzam kini berusia 5.000 tahun, seperti yang ditulis dalam buku" Sorotan Cahaya Ilahi" M Baharudin
1995. Sumber mata air tersebut tak pernh kering. padahal sekeliling Mekkah yang gersang terdapat sumber mata air yang melimpah ruah. Simaklah munajat Nabi Ibrahim dalam kalam Ilahi,: Tuhan kami, ! Aku telah menempatkan sebagian keurunanku di lembah tanpa tanaman, dekat rumahMu yang suci. Tuhan kami! supaya mereka mendirikan Sholat. MAka jadikanlah hati sebagian insan mencintai mereka, dan berilah mereka rezeki boah-buahan, supaya mereka berterima kasih.(QS.14:37)
Berkat do'a itu pula kemudian tanah haram menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi, dan sampai sekarang dinnikmati oleh anak cucu Ibrahim a.s. sendiri. BErmula dari air lantas menyembur kekayaan yang melimpah dapat menyulap tanah sahara yang tandus menjadi hijau serta penghuni disekitarnya makmur dan jaya. Maha suci Alloh yang berkuasa atas segala-galanya. Sudah tentu hal ini merupakan tanda-tanda kebesaran Rabbul 'Alamin. Alloh berfirman " Mahasuci Alloh yang membawa berjalan hamba-Nya malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang kami berkati sekelilingnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda (Kebesaran Kami). Sungguh Dialah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Melihat.(QS.17:1).A.A.Haydar. majalah CAHAYA NABAWIY.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar